Selasa, 07 Maret 2017

GEOGRAFI PT1

BAHAN NASKAH UJIAN NASIONAL GEOGRAFI

1.    Jelaskan  10 konsep esensial geografi dan berikan masing-masing contohnya dalam kehidupan sehari-hari  ( min 3 konsep )

Jawaban:

1. Konsep Lokasi

Konsep lokasi atau letak merupakan konsep utama yang sejak awal pertumbuhan geografi telah menjadi ciri khusus ilmu atau pengetahuan geografi. Konsep letak mempakan jawaban atas pertanyaan pertama dalam geografi, yaitu di mana.

a.    Lokasi Absolut
Lokasi absolut menunjukkan letak yang tetap terhadap sistem grid (kisi-kisi) atau koordinat. Letak absolut bersifat tetap, tidak bembah, meskipun kondisi tempat yang bersangkutan terhadap sekitamya tidak bembah. Untuk menentukan lokasi absolut di muka bumi, digunakan sistem koordinat garis lintang dan bujur yang biasa disebut letak astronomis.

b.    Lokasi Relatif
Lokasi relatif lebih penting artinya dan lebih banyak dikaji dalam geografi serta lazim disebut sebagai letak geografis. Lokasi relatif bersifat tidak tetap, artinya berubah-ubah berkaitan dengan keadaan sekitar.

Contoh konsep lokasi sebagai berikut.
a.    Di daerah dingin orang cenderung berpakaian tebal.
b.    Nilai tanah atau lahan untuk pemukiman akan berkurang apabila berdekatan dengan kuburan, terminal kendaraan umum, pasar, atau pabrik karena kebisingan dan pencemaran.
2. Konsep Jarak
Konsep jarak menunjukkan jarak antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya dan memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, ataupun kepentingan pertahanan. Jarak mempunyai faktor pembatas yang bersifat alami, meskipun arti pentingnya bersifat relatif sejalan dengan kemajuan kehidupan dan teknologi. Jarak berkaitan erat dengan lokasi dan upaya pemenuhan kebutuhan atau keperluan pokok kehidupan, seperti air, tanah yang subur, dan pusat pelayanan.

Jarak dapat dinyatakan dengan ukuran jarak lurus, di udara yang mudah diukur dengan peta (dengan memerhatikan skala peta). Namun, dapat pula dinyatakan sebagai jarak tempuh, baik yang berkaitan dengan waktu perjalanan yang diperlukan maupun dengan satuan biaya angkutan.

Sejalan dengan kemajuan teknologi serta upaya efisiensi, jarak tempuh dan biaya angkutan antara dua tempat yang berjauhan akan berubah dan waktu ke waktu. Jarak yang semula ditempuh berhari-hari dongan berjalan kaki, dapat ditempuh dalam waktu beberapa jam dengan kendaraan bermotor atau kereta api, dan selanjutnya ditempuh dalam waktu beberapa menit dengan menggunakan kapal terbang.

Contoh konsep jarak sebagai berikut
a. Harga tanah akan semakin tinggi apabila mendekati pusat kota dibandingkan dengan harga tanah di pedesaan.
b. Peternakan ayam cenderung mendekati kota sebagai tempat pemasaran, agar telur dan ayam yang dibawa ke tempat pemasaran tidak banyak mengalami kerusakan, dibandingkan apabila peternakan ditemputkan jauh dari kota.
3. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan (accesbility) tidak selalu berkaitan dengan jarak, tetapi lebih berkaitan dengan kondisi medan atau ada tidaknya sarana angkutan dan komunikasi yang dapat dipakai. Suatu tempat dapat dikatakan terasing atau terisolasi kalau tempat itu sukar dijangkau (dengan sarana komunikasi atau angkutan) dari tempat lain, meskipun tempat itu relatif tidak jauh dari tempat lain. Rintangan medan yang hanya berupa rangkaian pegunungan tinggi, hutan lebat, rawa-rawa, atau gurun pasir yang luas merupakan penyebab suatu tempat kurang dapat dijangkau dari tempat lain.

Ada faktor lain yang menyebabkan kurang terjangkaunya suatu tempat, antara lain faktor sosial yang berupa bahasa, adat istiadat, serta sikap penduduk yang berlainan (mencurigai setiap orang asing sebagai musuh). Keterjangkauan suatu saat dapat mengalami perubahan karena adanya perkembangan perekonomian dan perkembangan teknologi. Sebaliknya, tempat yang keterjangkauannya sangat rendah sulit mencapai kemajuan dan mengembangkan perekonomiannya.

Contoh konsep keterjangkauan sebagai berikut.
a.    Keterjangkauan, Jakarta-Biak (pesawat terbang); Bandung-Jakarta (kereta api).
b.    Daerah A penghasil beras dan daerah B penghasil sandang. Kedua daerah ini tidak akan berinteraksi apabila tidak ada transportasi.
c.    Suatu daerah tidak akan berkembang apabila tidak dapat dijangkau oleh sarana transportasi.
4. Konsep Pola
Geografi mempelajari pola-pola, bentuk, dan persebaran fenomena di permukaan bumi. Geografi juga berusaha memahami makna dan pola-pola tersebut serta berusaha untuk memanfaatkannya. Pola berkaitan dengan susunan, bentuk, dan persebaran fenomena dalam ruang muka bumi. Fenomena yang dipelajari adalah fenomena alami seperti aliran sungai, persebaran vegetasi, jenis tanah, dan fenomena sosial seperti persebaran penduduk, mata pencaharian, permukiman.
5. Konsep Morfologi
Morfologi adalah gambaran tentang bentuk permukaan bumi yang disebabkan oleh proses dari dalam bumi (endogen) dan proses yang terjadi di luar bumi (eksogen). Proses endogen meliputi lipatan, gerakan lempeng kerak bumi dan kerak samudra, pengangkatan, penurunan, dan gempa bumi sedangkan proses eksogen meliputi angin, panas matahari, pelapukan, abrasi, erosi, pengelupasan, dan pengendapan. Konsep morfologi ini memiliki pengaruh yang besar terhadap upaya manusia dalam memanfaatkan alam. Manusia biasanya menempati daerah-daerah yang relatif datar dengan kondisi tanah yang subur dan keadaan aimya cukup bagus. Hal Ini di samping cocok untuk lahan pertanian, juga lebih mudah membangun pola-pola hubungan dengan wilayah sekitamya. Sebaliknya, wilayah yang merupakan dataran tinggi dan pegunungan memiliki daya keterjangkauan yang relatif terbatas.

6. Konsep Aglomerasi (Menggerombol)
Aglomerasi adalah kecenderungan persebaran yang bersifat meogelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan paling menguntungkan. Konsep aglomerasi menjelaskan adanya suatu fenomena yang penyebarannya cenderung mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit paling menguntungkan. baik mengingat keselarasan maupun faktor-faktor umum yang paling menguntungkan.

Penduduk perkotaan cenderung tinggal mengelompok pada tingkat sosial yang sejenis sehingga timbul daerah-daerah permukiman elit, daerah tempat tinggal para pedagang yang selanjutnya dikenal dengan nama segregasi. Selain itu, masih pula terdapat daerah pemukiman kumuh dan perumahan sederhana yang sebagian besar dihuni pegawai negeri.

Di pedesaan yang masih agraris, penduduk cenderung menggerombol di tanah datar yang subur dan membentuk pedusunan atau pedesaan Makin subur tanah dan luas dataran, makin besar desa dan jumlah penduduknya Sebaliknya, makin terbatas tanah datar dan juga kurang subur, gerombolan bentuk desa makin kecil dan terpencar..
7. Konsep Kegunaan
Konsep nilai kegunaan berkaitan dengan nilai guna suatu wilayah. Setiap wilayah memiliki nilai kegunaan berbeda yang dapat dikembangkan menjadi potensi yang menunjang perkembangan suatu wilayah. Nilai kegunaan fenomena atau sumber-sumber di muka bumi ini bersifat relatif, tidak sama bagi setiap orang atau golongan penduduk. Daerah pantai berpasir yang landai dengan perairan yang jernih belum tentu memiliki kegunaan yang besar bagi penduduk setempat. Apalagi jika kehidupan penduduk tersebut berorientasi pada pemanfaatan sumber-sumber di daratan dan banyak jalan darat dapat ditempuh. Sebaliknya, bagi masyarakat kota yang hidupnya berkecukupan, daerah pantai bagi sebagian orang memiliki nilai tinggi, yaitu sebagai tempat rekreasi.

8. Konsep Interaksi dan Interdependensi
Interaksi adalah hubungan secara timbal balik antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya, atau antara objek satu dengan objek yang lainnya sedangkan interdependensi adalah hubungan saling ketergantungan antara yang satu dengan yang lainnya.

Konsep interaksi dan interdependensi menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan suatu daerah dengan daerah lain. Interaksi merupakan peristiwa saling memengaruhi objek atau tempat yang satu dan yang lainnya. Setiap tempat mengembangkan potensi sumber dan kebutuhan yang tidak selalu sama dengan apa yang ada di tempat lain. Oleh karena itu, senantiasa terjadi interaksi atau bahkan interdependensi antara yang satu dengan yang lainnya.

9. Konsep Diferensiasi Area

Konsep diferensiasi area menunjukkan bahwa suatu tempat memiliki perbedaan dengan tempat yang lain atau suatu daerah yang memiliki kekhasan. Di setiap tempat atau wilayah, terwujud hasil integrasi berbagai unsur atau fenomena lingkungan yang bersifat alami maupun kehidupan. Integrasi fenomena menjadikan suatu tempat atau wilayah yang lain. Unsur atau tempat fenomena lingkungan bersifat dinamis. Sementara itu, keadaan berubah dan interaksi atau integrasi juga menghasilkan karateristik yang berubah dari waktu ke waktu.
10. Konsep Keterkaitan Ruangan

Keterkaitan ruangan atau asosiasi keruangan menunjukkan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena yang lain di suatu tempat atau ruangan, baik yang menyangkut fenomena alam dan tumbuhan, maupun sosial. Perbedaan potensi wilayah mendorong terjadinya interaksi antarwilayah berupa pertukaran barang, manusia, ataupun budaya.

Suatu wilayah dapat berkembang karena adanya hubungan dengan wilayah lain, atau adanya saling keterkaitan antarwilayah dalam memenuhi kebutuhan dan sosial penduduknya.

2. Jelaskan dengan contoh 4 prinsip geografi   ( min 2 dari 4 )  
 Jawaban:
 1.   Prinsip Persebaran, untuk menelaah gejala geografi yang tersebar dipermukaan bumi secara tidak sama, dan tidak merata, baik bentang gejala fisik maupun biotiknya.
Contoh : Persebaran flora dan fauna, persebaran penduduk, bentang alam dan lain sebagainya.

   2.       Prinsip Interaksi , untuk menelaah hubungan yang saling terkait antara gejala yang satu dengan gejala yang lain dalam suatu ruang.
Contoh: Letak garis lintang dapat memengaruhi iklim, gerakan penghijauan dapat mencegah banjir dan tanah longsor, kepadatan penduduk memengaruhi pembangunan disegala bidang , dan lain sebagainya.

   3.       Prinsip Deskripsi, untuk memberikan penjelasan lebih jauh tentang gejala-gejala dimuka bumi yang diamati.

     4.       Prinsip Korologi, untuk meelaah gejala, fakta, maupun permasalahan, yang ada disuatu tempat yang ditinjau dari persebarannya, interelasinya, interaksinya dan integrasinya dalam ruang tertentu.

3. Jelaskan pendekatan geografi untuk mengkaji fenomena geosfer
Jawaban:
1. Pendekatan Keruangan
Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui persebaran dalam penggunaan ruang yang telah ada dan bagaimana penyediaan ruang akan dirancang. Dalam mengkaji fenomena geografi dapat menggunakan 3 subtopik dari pendekatan keruangan, yaitu :
a. Pendekatan Topik
Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji masalah/fenomena geografi dari topik tertentu yang menjadi pusat perhatian, misalnya tentang wabah penyakit di suatu wilayah dengan cara mengkaji :
– penyebab wabah penyakit (misal : virus atau bakteri)
– media penyebarannya
– proses penyebaran
– intensitasnya
– interelasinya dengan gejala-gejala lain di sekitarnya.
Dengan pendekatan tersebut akan dapat diperoleh gambaran awal dari wabah penyakit yang terjadi.
b. Pendekatan Aktivitas
Pendekatan ini mengkaji fenomena geografi yang terjadi dari berbagai aktivitas yang terjadi. Misalnya hubungan mata pencaharian penduduk dengan persebaran dan interelasinya dengan gejala-gejala geosfer.
c. Pendekatan Regional
Pendekatan ini mengkaji suatu gejala geografi dan menekankan pada region sebagai ruang tempat gejala itu terjadi. Region adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang khas.
     2. Pendekatan Kelingkungan (Pendekatan Ekologis)
Digunakan untuk mengetahui keterkaitan dan hubungan antara unsur-unsur yang berada di lingkungan tertentu, yaitu :
– hubungan antar makhluk hidup
– hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan alamnya
     3. Pendekatan Kewilayahan
Merupakan kombinasi antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. Misalnya dalam mengkaji wilayah yang memiliki karakaterisitik wilayah yang khas yang dapat dibedakan satu sama lain (areal differentation), maka harus diperhatikan bagaimana persebarannya (analisis keruangan) dan bagaimana interaksi antara manusia dengan lingkungan alamnya (analisis ekologi). Pendekatan wilayah sangat penting untuk pendugaan wilayah (reginal forecasting) dan perencanaan wilayah (regional planning). 

4.  Jelaskan aspek-aspek geografi
  Jawaban:
1. Aspek Fisikal
Aspek fisikal geografi meliputi :
a. Aspek Topologi
Membahas hal-hal yang berkenaan dengan letak atau lokasi suatu wilayah, bentuk muka buminya, luas area dan batas-batas wilayah yang mempunyai ciri-ciri khas tertentu.
b. Aspek Biotik
Membahas karakter fisik dari manusia, hewan dan tumbuhan
c. Aspek Non Biotik
Membahas tentang tanah, air dan atmosfer (termasuk iklim dan cuaca)
     2. Aspek NonFisik
Aspek ini menitikberatkan pada kajian manusia dari segi karakteristik perilakunya.
a. Aspek Sosial
Membahas tentang adat, tradisi, kelompok masyarakat dan lembaga sosial.
b. Aspek Ekonomi
Membahas tentang industri, perdagangan, pertanian, transportasi, pasar dan sebagainya
c. Aspek Budaya
Membahas tentang Pendidikan, agama, bahasa, kesenian dan lain-lain.
d. Aspek Politik
Misalnya membahad tantang kepartaian dan pemerintahan.
5. Jelaskan beberapa teori terbentuknya jagad raya
Jawaban:
a. Teori Ledakan Besar (The Big Bang Theory)
Menurut Teori Ledakan Besar atau dentuman besar atau yang biasa dikenal dengan teori Big Bang yang terkenal secara global ini bahwa jagat raya berawal dari adanya suatu massa yang sangat besar dengan berat jenis yang besar pula dan mengalami ledakan yang sangat dahsyat karena adanya reaksi pada inti massa. Ketika terjadi ledakan besar, bagian-bagian dari massa tersebut berserakan dan terpental menjauhi pusat dari ledakan. Setelah miliaran tahun kemudian, bagian-bagian yang terpental tersebut membentuk kelompok-kelompok yang dikenal sebagai galaksi-galaksi dalam sistem tata surya.

Menurut teori ini, jagat raya terbentuk dari ledakan dahsyat yang terjadi kira-kira 13.700 juta tahun yang lalu. Akibat ledakan tersebut materi-materi dengan jumlah sangat banyak terlontar ke segala penjuru alam semesta. Materi-materi tersebut akhirnya membentuk bintang, planet,debu kosmis, as-teroid, meteor, energi, dan partikel-partikel lain.

Teori Big Bang ini didukung oleh seorang astronom dari Amerika Serikat, yaitu Edwin Hubble. Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa jagat raya ini tidak bersifat statis. Semakin jauh jarak galaksi dari Bumi, semakin cepat proses pengembangannya.

Penemuan tersebut dikuatkan lagi oleh ahli astrofisika dari Amerika Serikat, Arno Pnezias dan Robert Wilson pada tahun 1965 telah mengukur tahap radiasi yang ada diangkasa raya. Penemuan ini kemudian disahkan oleh ahli sains dengan menggunakan alat NASA yang bernama COBE spacecraft antara tahun 1989–1993.

Kajian-kajian terkini dari laboratorium CERN (Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire atau European Councilfor Nuclear Research) yang terletak berdekatan dengan Genewa menguatkan lagi teori Big Bang. Semua ini mengesahkan bahwa pada masa dahulu langit dan Bumi pernah bersatu sebelum akhirnya terpisah-pisah seperti sekarang ini.



b. Teori Mengembang dan Memampat (The Oscillating Theory)
Teori ini dikenal pula dengan nama teori ekspansi dan konstraksi. Menurut teori ini jagat raya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan massa ekspansi (mengembang) yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen. Pada tahap ini terbentuklah galaksigalaksi.

Tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 miliar tahun. Selanjutnya, galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup kemudian memampat didahului dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi. Setelah tahap memampat, maka tahap berikutnya adalah tahap mengembang dan kemudian pada akhirnya memampat lagi.

Jagat raya selama berabad-abad selalu dalam keadaan yang sama dan zat hidrogen senantiasa dicipta dari ketiadaan. Penambahan jumlah zat, dalam teori ini memerlukan waktu yang sangat lama, yaitu kira-kira seribu juta tahun untuk satu atom dalam satu volume ruang angkasa.

Teori ini diajukan oleh ahli astronomi Fred Hoyle dan beberapa ahli astrofisika Inggris. Dalam teori pembentukan jagat raya ini, kita harus menerima bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa di antara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh.

Beberapa orang sepakat bahwa zat yang merupakan asal mula bintang dan galaksi tersebut adalah hidrogen. Teori pembentukan jagat raya ini diterima secara skeptis oleh beberapa ahli yang lain, sebab hal itu melanggar salah satu hukum dasar fisika, yaitu hukum kekekalan zat. Zat tidak dapat diciptakan atau dihilangkan tetapi hanyalah dapat diubah menjadi jenis zat lain atau menjadi energi.

c. Teori Alam Semesta Quantum
Teori pembentukan jagat raya ini diciptakan oleh William Lane Craig, 1966. Dia mengemukakan bahwa alam semesta telah ada selamanya dan akan selalu ada untuk selamanya pula. Dalam teori ini, ruang hampa pada hakikatnya tidak ada, yang ada adalah partikel-partikel subatomik.
Sampai saat ini belum dapat dipastikan bagaimana sesungguhnya jagat raya ini terbentuk. Teori-teori yang dikemukakan para ahli tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal ini juga dapat menjadi pengajaran bagi setiap ciptaan Allah SWT, bahwa Maha Kuasa Allah yang menciptakan segala yang ada di jagat raya ini. Dan bagaimana proses terciptanya secara pasti hanya Allah semata yang Maha Mengetahuinya.

6. Jelaskan teori terbentuknya tatasurya

Jawaban:

1. Teori Nebula

Teori ini muncul sekitar tahun 1749-1827 dan diprakasi oleh Immanuel Kant, dan Piere Simon de Laplace. Menurut teori ini, tata surya berawal dari sebuah kabut yang berpijar dan berpilin di luar angkasa. Kabut tersebut berputar sehingga membentuk bola dan semakin kecil bola tersebut, putarannya semakin cepat. Akibatnya, bentuk bola itu semakin memepat pada kutubnya dan semakin melebar pada bagian equatornya. Bahkan, ada sebagian massa kabut gas menjauh dari intinya dan membentuk cincin di sekeliling inti kabut tersebut.

2. Teori Planetesimal

Teori ini diprakasi oleh Thomas C. Chamberlin pada tahun 1843-1928 dan Seorang Astronom yang bernama Forest R. Moulton pada tahun 1872-1952. Mereka menjelaskan bahwa tata surya terbentuk akibat bintang lain yang memiliki massa yang sama besar mendekati matahari. Kedekatan tersebut mengakibatkan bagian permukaan matahari membentuk tonjolan – tonjolan akibat dari gaya tarik yang disebabkan oleh bintang tersebut.
Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Ketika bintang tersebut menjauh, sebagian besar materi tertarik kembali ke dalam permukaan matahari, dan sebagian yang lain menetap di orbit, mendingin dan menjadi padat, sehingga terbentuklah benda-benda langit, diantaranya planetisimal, benda langit yang berukuran kecil, dan protoplanet, benda langit yang berukuran besar. Semakin lama benda – benda tersebut membentuk planet dan bulan, sedangkan benda langit yang kecil membentuk komet dan asteroid.

3. Teori Pasang Surut

Teori yang dicetuskan oleh dua orang yang berasal dari Inggris yaitu Sir James Jeans pada tahun 1877-1946 dan Harold Jeffreys pada tahun 1891, menjelaskan bahwa planet – planet yang ada di Tata Surya ini terbentuk karena bintang besar lain yang mendekat ke arah matahari.
Planet dan benda angkasa yang ada di udara terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari. Keadaan ini menyebabkan terjadinya gaya tarik pada kedua benda tersebut. Akibatnya, sejumlah besar materi dari bintang dan tertarik keluar karena gaya pasang surut.
Setelah bintang besar yang mendekati matahari mulai menjauh, gaya tarik bintang tersebut menjadi melemah sehingga terjadi proses pasang surut pada matahari. Sebagian massa matahari yang tertinggal di angkasa membentuk cerutu terputus-putus dan membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang beraneka ragam. Setelah sekian lama, gumpalan itu menjadi beku sehingga membentuk planet – planet dan benda langit lainnya.
Teori ini juga menjelaskan mengapa planet-planet seperti Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus merupakan planet yang besar, sedangkan planet – planet berikutnya kecil. Hal ini dikarenakan kesembilan planet tersebut terbentuk karena pecahan gas dari matahari yang membentuk cerutu.

4. Teori awan debu

Teori ini dicetuskan pada tahun 1940 oleh Carl Von Weizsaeker dan disempurnakan oleh Gerard P Kuiper pada tahun 1950. Teori ini menjelaskan bahwa tata surya berasal dari gumpalan debu dan gas di luar angkasa. Gumpalan – gumpalan tersebut memapat, sehingga partikel – partikel tersebut tertarik menuju pusat dan membentuk gumpalan bola. Kemudian, bola tersebut mulai berpilin dan membentuk cakram yang tebal pada bagian tengah dan tipis pada bagian tepinya.
Partikel di bagian tengah tersebut saling menekan sehingga menimbulkan panas dan berpijar. Bagian inilah yang menjadi matahari. Sementara itu, partikel luar yang berputar sangat cepat terpecah menjadi bentuk – bentuk kecill, berplin, dan membeku. Bagian inilah yang kemudian menjadi planet – planet dan benda angkasa lainnya.
7. Sebutkan ciri-ciri planet
Jawaban:
a.          Merkurius
Ciri-ciri Merkurius adalah:
·                Pada siang hari sangat panas, sedangkan malam sangat dingin
·                Langit berwarna hitam
·                Permukaan penuh kawah.
·                Diameter sekitar 4880 km
·                Pesawat Mariner 10 tahun 1945-1975 telah memetakan 40-45% permukaan planet ini
·                Tidak memiliki satelit
·                Periode Revolusi 88 hari
·                Periode rotasi 59 hari
·                Orbitnya berada di dalam orbit Bumi. Pada sore atau pagi hari, cahaya Matahari belum terlalu terang sehingga Merkurius dapat terlihat

b.         Venus
Ciri-ciri Venus adalah:
·                Planet paling panas karena planet ini ditutupi awan teba karbon dioksida. Apabila ada radiasi dari matahari, maka radiasi tersebut sulit untuk dapat keluar. Peristiwa ini seperti efek rumah kaca.
·                Matahari terbit di Barat, karena arah rotasi dari timur ke barat. Peristiwa ini kebalikan dari Bumi.
·                Tidak memiliki satelit
·                Diameter sekitar 12.104 km
·                Periode revolusi 225 hari
·                Periode rotasi 243 hari
·                Venus memiliki fase seperti bulan apabila dilihat dari bumi

c.          Bumi
Ciri-ciri Bumi adalah:
·         Planet ini memiliki kehidupan karena memiliki suhu yang cocok untuk kehidupan, air, dan oksigen.
·         Memiliki satu satelit alami. Yaitu bulan, dan banyak satelit buatan, seperti satelit Palapa.
·         Dilindungi oleh atmosfer langit di bumi berwarna biru karena partikel udara di atmosfir memantulkan cahaya berwarna biru
·         Diameter sekitar 12.700 km
·         Periode Revolusi 365 hari
·         Periode Rotasi 23,9 jam

d.         Mars
Ciri-ciri Mars adalah:
·                Planet ini dijuluki planet merah karena permukaan planet ini mengandung batuan besi
·                Atmosfer planet tersusun dari karbondioksida yang sangat tipis
·                Planet yang memiliki Gunung tertinggi di Tata Surya, yaitu sekitar 26000 meter (lebih dari 4 kali tinggi gunung Everest )
·                Planet ini diduga memiliki air di bawah permukaan sehingga diduga ada mikroorganisme
·                Planet ini memiliki dua satelit, yaitu Phobos dan Deimos
·                Misi NASA yang pertama kali mempelajari tentang planet ini adalah Mariner 4 di tahun 1964, sedangkan yang terbaru adalah Oddysey tahun 2006
·                Diameter sekitar 6780 km
·                Periode revolusi 1,9 tahun
·                Periode rotasi 24,6 hari
·                             
a.          Yupiter
Ciri-ciri Yupiter adalah:
·            Merupakan planet terbesar di tata surya
·            Memantulkan 70% cahaya matahari yang mengenai permukaannya
·            Gas terdiri dari 10% Helium dan 90%  Hidrogen
·            Atmosfir sangat tebal
·                Terdapat Bintik Merah Raksaksa seukuran Bumi, yang disebabkan oleh badai raksaksa
·            Pada tahun 1995, pesawat Galilei mengorbit Yupiter
·            NASA merencanakan mengirim Misi Juno tahun 2010
·            Memiliki satelit lebih dari 64 buah
·            Diameter sekitar 139.880 km
·            Periode revolusi 11,9 tahun
·            Periode rotasi 9,8 jam

b.         Saturnus
Ciri-ciri planet Saturnus adalah:
·            Memiliki cincin yang terdiri dari batu  dan bongkahan es
·            Permukaan Saturnus terdiri dari kristal es
·            Dapat mengapung jika ditempatkan ke dalam air
·            Memiliki lebih dari 49 satelit
·            Misi Cassini Huygens tahun 1997-2004 meneliti cincin dan planet Saturnus
·            Diameter sekitar 116.464 km
·            Periode revolusi sekitar 29,5 tahun
·            Periode rotasi 10,7 jam

c.          Uranus
Ciri-ciri Uranus:
·                Berwarna hijau, kebiruan karena atmosfernya mengandung metana yang sangat tebal
·                Permukaannya terdiri dari es, air, metana, dan amoniak
·                Memiliki cincin tipis yang gelap
·                Memiliki sedikitnya 27 satelit, yang terbesar bernama Oberon
·                Sumbu rotasi berimpit dengan bidang orbit; kutub utara dan kutub selatan bergantian tempat menghadap Matahari
·                Diameter sekitar 50.274 km
·                Periode revolusi 84 tahun
·                Periode rotasi 15,8 jam

d.         Neptunus
Ciri-ciri Neptunus adalah:
·            Berwarna hijau kebiruan seperti Uranus
·            Atmosfernya terdiri dari es, air, metana, amoniak, gas hidrogen dan helium
·            Memiliki cincin yang gelap
·            Paling sedikit memiliki 13 satelit, yang terbesar bernama Triton
·            Orbitnya beririsan dengan Pluto
·            Suhunya -210° C
·            Diameter sekitar 49.250 km
·            Peride revolusi 164,8 tahun
·            Periode rotasi 6,39  hari

8. Sebutkan beberapa bukti dari pergerakan lempeng tektonik
Jawaban:
Teori Tektonik Lempeng – Pada tahun 1910, Afred Wegener mulai menulis artikel dan memberikan kuliah tentang konsep Continental Drift (Benua Terapung) yang menjadi cikal bakal Teori Tektonik Lempeng. Konsep Benua Terapung menjelaskan bahwa benua tidak selamanya berada pada posisi tetap melainkan terus bergerak sepanjang waktu atau “Terapung”. Afred Wegener dalam konsepnya mengatakan bahwa pada awalnya terdapat satu benua besar (super continent) yang dinamakan PANGAEA (dibaca: Pan-JEE-ah) dari bahasa Yunani yang berarti Semua Daratan. Pangaea ini terpecah menjadi beberapa benua dan saling bergerak satu sama lainnya.
Afred wegener dalam artikel dan kuliahnya sudah menyampaikan banyak bukti namun tetap saja konsep baru ini mendapatkan penolakan dari sebagian besar geologist ada masa itu. Sampai akhirnya Afred Wegener meninggal pada tahun 1930, konsepnya masih belum bisa diterima. Sampai akhirnya pada pada tahun 1960-an atau 30 tahun setelah dia meninggal baru ditemukan bukti kuat. Berikut ini beberapa bukti tentang kebenaran Teori Tektonik Lempeng yang digagas oleh Afred Wegener, beberapa bukti ini ditemukan oleh Afred Wegener dan kawan-kawannya namun beberapa ditemukan setelah beliau meninggal.

Kesamaan Garis Pantai

Apabila kita melihat peta dunia, bentuk pantai benua Afrika sama persis dengan benua Amerika dan bentuk pantai bagian selatan benua Australia juga sama persis dengan sebagian pantai benua Antartika. Apakah dulu kedua benua ini bersatu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu kita harus mengetahui dimana sebenarnya batas benua tersebut. Batas benua dominannya terbentuk dari batuan granit dan untuk memetakan batas benua sebenarnya bisa dilakukan dengan memetakan batas batuan granit yang ada di kawasan pantai kedua benua tersebut. Selain itu, untuk menentukan dimana batas kerak benua (granit) dan kerak samudra (basal) biasanya diambil dari batas setengah kemiringan lereng kerak benua di kawasan lepas pantai.
Setelah dilakukan pemetaan batas kerak benua antara benua Afrika dengan Amerika dan disatukan. Hasilnya kedua kedua benua tersebut cocok dengan sempurna, hanya sekitar 90 kilometer terjadi overlap batas kedua benua dan yang lain pas dengan sempurna. Sejak saat itu, mulai dipercaya bahwa kedua benua tersebut pada awalnya memang bersatu.

Kesamaan Karakteristik Geologi

Jika benua Afrika dan Amerika dulunya bersatu, maka di kedua harus memiliki karakteristik geologi yang sama. Beberapa kesamaan karakteristik geologi sudah disampaikan oleh Afred Wegener untuk menguatkan hipotesa tentang Continental Drift. Namun demikian, mencari kesamaan karakteristik geologi dari batuan di kedua benua bukanlah perkara yang mudah. Beberapa batuan di kedua benua tersebut terbentuk sebelum keduanya berpisah, ada yang terbentuk ketika keduanya berpisah dan ada juga yang terbentuk setelah keduanya terpisah. Jadi bagaimana mencari kesamaan karakteristik geologi di kedua benua tersebut?
Hal yang pertama yang harus dilakukan adalah mencari kesamaan jenis dan umur batuan di kedua benua tersebut. Pada masa Afred Wegener, belum ada ilmu untuk menghitung umur batuan namun sekarang ini sudah metode untuk menghitung umur batuan. Terdapat batuan dengan umur yang sama sekitar 550 juta tahun di bagian timur laut Brazil dan barat Afrika. Namun untuk batuan yang muda banyak yang tidak sama karena terbentuk setelah kedua benua ini terpisah. Dijumpainya batuan dengan umur 550 juta di kedua benua tersebut menjadi indikasi bahwa sekitar 550 juta tahun yang lalu, benua tersebut masih bersatu.
Selain kesamaan jenis dan umur batuan, kesamaan lain yang terdapat di kedua benua tersebut adalah kesamaan rantai pergunungan dan lapisan es purba. Deretan pergununan Appalachian yang dimulai dari sisi timur laut Amerika Serikat sampai dengan sisi timur Canada ternyata memiliki kesamaan dengan deretan pergunungan Caledonides di Irlandia, Inggris dan Scandinavia. Batuan termuda di dari deretan pergunungan Appalachian sama dengan deretan pergunungan di Eropa dan Afrika dan ini menguatkan bukti bahwa kedua bedua tersebut memang dulunya bersatu.

Kesamaan Fosil

Apabila benua Afrika dan Amerika dulunya bersatu maka pada waktu yang bersamaan hidup binatang yang sama dan tumbuh tumbuhan yang sama. Untuk membuktikan ini, Afred Wegener mempelajari rekaman fosil masa lalu. Afred Wegener menemukan fosil pohon paku purba Glossopteris yang ditemukan di selatan Afrika, Selatan Amerika, Australia, India, dan Antartika. Bibit paku Glossopteris besar dan berat sehingga tidak mungkin bibit tersebut dibawah jauh oleh angin dan air ke masing-masing benua tersebut. Ditemukan fosil paku purba Glossopteris menjadi indikasi bahwa dulunya benua Afrika, Amerika, Australia, India dan Antartika bersatu dalam sebuah benua besar yang dinamakan Pangaea. Hal lain yang menguatkan penemuan fosil ini adalah tumbuhan paku Glossopteris merupakan tumbuhan yang tumbuh di iklim dingin dan waktu kesemua benua tersebut bersatu, iklimnya sama. Kesamaan Fosil yang ditemukan di benua Amerika, Afrika, India, Antartika, dan Australia memberikan bukti dulunya benua tersebut bersatu dalam benua Pangaea.
Selain tumbuhan, fosil binatang reptil Mesosaurus juga ditemukan di selatan Brazil dan selatan Afrika. Jenis batuan sedimen di kedua benua tempat fosil Mesosaurus ditemukan juga sama. Reptil Mesosaurus tidak dapat berenang, bagaimana mungkin fosilnya ditemukan di dua benua yang terpisah jauh? Ini mengindikasikan bahwa tempat ditemukan fosil Mesosaurus dulunya adalah daratan yang sama atau bergabung dan sekarang berpisah akibat pengaruh tektonik lempeng.

Medan Magnet Purba (Paleomagnetism) di Zona Pemekaran Samudra

Afred Wegener meninggal pada tahun 1930, dan pada saat itu masih ada orang yang meragukan konsep Continental Drift yang beliau usulkan. Setelah beliau meninggal, kawan-kawan setianya terus memperjuangkan konsep tersebut. Pada tahun 1950-an, dimulailah suatu penelitian tentang medan magnet purba yang dikenal dengan istilah Paleo-Magnetik. Paleo-Magnetik merupakan ilmu yang mempelajari arah medan magnet bumi purba yang terekam dalam batuan selama proses pendinginan batuan tersebut. Arah polarisasi medan magnet bumi purba yang didapatkan di batuan di dasar samudra pada zona pemekaran samudra (Sumber: Kious. J.W, dan Tilling. R.I., 1996)
Pada tahun 1960-an, para ilmuan mulai mengkaji Paleo-Magnetik yang terekam pada lempeng samudra di samudra Atlantik. Dari penelitian tersebut ditemukan beberapa seri arah medan magnet bumi purba yang sama. Kesamaan berada pada sisi yang berlawanan dari tengah-tengah zona pemekaran samudra (seafloor spreading). Lebih lengkap seperti gambar di bawah ini.
Bukti paleomagnetism di kerak samudra Atlantik makin memperkuat konsep continental drift, dari kajian tersebut ditemukan bahwa di tengah-tengah samudra Atlantik ada yang lempeng bumi yang terus bergerak menjauh. Hal ini ditemukan pada pola simetris arah medan magnet bumi purba yang terekam pada kerak samudra.
Setelah ditemukan beberapa bukti seperti yang sudah saya jelaskan di atas, pada tahun 1960-an para ilmu sudah sangat yakin dengan konsep continental drift yang digagas oleh Afred Wegener. Pada akhirnya konsep Afred Wegener dinamakan sebagai Teori Tektonik Lempeng. Dinamakan Teori karena sudah ditemukan banyak sekali bukti ilmiah dan pengujian. Pada awalnya masih dianggap Hipotesa atau dugaan awal.

9. Sebutkan beberapa dampak rotasi dan revolusi bumi
Jawaban:
Akibat revolusi bumi
1. Perbedaan Lama Siang dan Malam  
2. Gerak Semu Tahunan Matahari
3. Perubahan Musim
4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang
5. Kalender Masehi

Akibat rotasi bumi
1.Terjadinya perubahan waktu
2.Terjadinya perubahan arah angin
3.Terjadinya perbedaan ketebalan atmosfer
4.Terjadinya perbedaan percepatan gravitasi
5.Terjadinya pergantian siang dan malam
6.Bentuk bumi menjadi bulat spheroid
7.Terjadinya pembelokan arah angin
8.Terjadinya gerak semu harian matahari dan benda - benda langit lainnya
9.Terjadinya gaya coriolis
10.Dapat berfungsinya satelit
11.Terjadi perubahan arah bandul ( efek faucault )
12.Adanya Jetlag Bila kita naik pesawa onvergen)




10. Sebutkan beberapa dampak positif dan negatif vulkanik
Jawaban:
Dampak Positif:
1.bahan-bahan yang dikeluarkan oleh gunung api dapat menambah unsur hara yang dapat menyuburkan tanah
2. sumber air mineral
3. menjadi daerah tujuan wisata,dapat menghasilkan barang tambang
4. merupakan daerah tangkapan hujan
5. daerah resevoir.

Dampak Negatif:
1.    aliran lava/lahar
2.    abu vulkanis
3.    dan awan panas dapat merusak daerah sekitarnya
4.    dan alirann lava dan lahar dapat mendangkalkan sungai yang dilaluinya

11. Sebutkan beberapa dampak positip dan negatip gempa 
Jawaban:
Dampak negatif :
- Membuat banyak orang meninggal
- Merusak fasilitas umum
- Wilayah menjadi rusak
- Banyaknya pengangguran karena kantornya hancur
- Berkurangnya sumber daya alam dan sumber daya manusia
- Jaringan transportasi dah komunikasi terganggu
 
Dampak positif :
- Menciptakan alat-alat tekhnologi pendeteksi gempa
- Menjadikan kita peduli pada sesama
- Meningkatkan kewaspadaan manusia
- Menjadi tempat pariwisata
- Menjadi sumber berita
- Mengurangi kepadatan penduduk


12. Jelaskan siklus batuan
Jawaban:
1.    Magma merupakan induk segala batuan, tempat pembentukan Litosfer, Kristal dan Mineral
2.    Karena proses pendinginan di lapisan dalam atau diatas permukaan bumi, terjadilah proses pembekuan magma menjadi batuan beku dalam dan luar. Misalnya granit, Lipartit, Degmatist, Tracit, dan Amenit.
3.    Batuan Beku mengalami pengangkatan kepermukaan bumi. Batuan tersebut kemudian mengalami pelapukan dan erosi. Material batuan yang tererosi di endapkan di tempat yang lain
4.    Material yang di endapkan mengalami proses Litifikasi (pembentukan batuan). Material tersebut menjadi batuan sedimen
5.    Batuan sedimen dan batuan beku mengalami pemanasan dan memperoleh tekanan yang tinggi. Proses tersebut menghasilkan batuan Malihan (Metamorf)
6.    Batuan metamorf ada yang bersinggungan dengan magma. Batuan metamorf yang mengalami pemanasan sangat tinggi tersebut akan meleleh dan berubah kembali menjadi magma. Demikian proses tersebut terjadi secara terus menerus

13. Sebutkan jenis batuan yang bernilai ekonomis
Jawaban:
Batuan Beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Contoh batuan ini yakni batu granit, diorit, gabbro, andesit obsidian, basalt dan lain-lain. Manfaat batuan ini  untuk bangunan, asesoris dan peralatan rumah tangga. Manfaat batuan beku dalam kehidupan dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Batuan Sedimen adalah batuan yang terbentuk dari batuan beku yang mengalami pelapukan dan pengendapan. Jenis batuan sedimen yaitu: kerikil, batu kapur, terumbu karang dan lain-lain. Dalam kehidupan batuan jenis sedimen memiliki manfaat seperti untuk ornamen rumah, bahan baku semen, dan hiasan. Manfaat batuan sedimen dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Batuan metamorf adalah batuan yang mengalami perubahan secara fisik maupun secara kimiawi yang disebabkan suhu tinggi dan tekanan kuat dalam waktu lama. Contoh batuan ini: marmer, topaz, batu tulis (sabak) dan lain-lain.
14. Sebutkan jenis tanah dan manfaatnya
Jawaban:
1. Tanah Vulkanis

a. Tanah Andosol
Proses terbentuknya: dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan.Ciri-ciri: warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur.
Pemanfaatannya: sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara. Persebaran: Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

b. Tanah Regosol
Proses terbentuknya: dari endapan abu vulkanis baru yang memiliki butir kasar.Ciri-ciri: berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuning dan kadar bahan organik rendah. Pemanfaatannya: untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa.
Persebaran: di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara.

c. Tanah Aluvial (Tanah Endapan)
Proses terbentuknya: tanah hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendah.Ciri-ciri: warna kelabu dan peka terhadap erosi.
Pemanfaatannya: sebagai lahan pertanian sawah dan palawija.
Persebaran: Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua bagian selatan.

2. Tanah Organosol

a. Tanah Humus
Proses terbentuknya: dari hasil pembusukan bahan-bahan organik.Ciri-ciri: warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organik, sangat subur.
Pemanfaatannya: sebagai lahan pertanian.
Persebaran: Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara.

b. Tanah Gambut
Proses terbentuknya: dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air (rawa-rawa).Ciri-ciri: bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur.
Pemanfaatannya: untuk pertanian pasang surut.
Persebaran: Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan.

3. Tanah Litosol (tanah berbatu-batu)
Proses terbentuknya: dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru (belum sempurna) sehingga butirannya besar / kasar.Ciri-ciri: tekstur tanahnya beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi.
Pemanfaatannya: masih alang-alang, bisa untuk hutan.
Persebaran: Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera.

4. Tanah Podzol
Proses terbentuknya: di daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggi.Ciri-ciri: warna pucat, kandungan pasir kuarsa tinggi, sangat masam, peka terhadap erosi, kurang subur.
Pemanfaatannya: untuk pertanian palawija.
Persebaran: Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua.

5. Tanah Laterit
Proses terbentuknya: Tanah yang tercuci air hujan, sehingga unsur hara telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanah.Ciri-ciri: warna cokelat kemerah-merahan, tidak subur.
Pemanfaatannya: untuk lahan pertanian.
Persebaran: Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara.

6. Tanah Mergel
Proses terbentuknya: dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah liat karena peristiwa air hujan.Ciri-ciri: tidak subur.
Pemanfaatannya: untuk hujan jati.
Persebaran: Yogyakarta, Priangan Selatan di Jawa Barat, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara.

7. Tanah Terarosa (Kapur)

a. Tanah Renzina
Proses terbentuknya: dari pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggi.Ciri-ciri: warna putih sampai hitam, miskin unsur hara.
Pemanfaatannya: untuk palawija, hutan jati.
Persebaran: Gunung kidul , Yogyakarta.

b. Tanah Mediteran
Proses terbentuknya: hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen.Ciri-ciri: Warna putih kecoklatan, keras, tidak subur.
Pemanfaatannya: untuk pertanian tegalan, hutan jati.
Persebaran: Pegunungan Jawa Timur, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera


Tidak ada komentar:

Posting Komentar