15. Jelaskan dengan gambar
karakteristik lapisan atmosfer
Jawaban:
a. Troposfer
Troposfer adalah lapisan penyusun atmosfer yang letaknya paling dekat dengan permukaan bumi. Sekitar 80% massa atmosfer terdapat pada lapisan ini. Ketinggian lapisan troposfer di Permukaan Bumi tidak sama. Ketinggian troposfer di daerah kutub sekira 8 km, di daerah khatulistiwa 16 km, dan di daerah. Lintang tinggi sekira 12 km. Pada lapisan troposfer berlaku hukum gradien geotermis, yaitu semakin tinggi suatu tempat suhunya semakin dingin. Setiap kenaikan ketinggian 100 m terjadi penurunan suhu sekira 0,6-1 derajat celcius. Peristiwa yang terjadi di lapisan troposfer antara lain awan, hujan, petir, dan tempat mengudara pesawat terbang.
b. Stratosfer
Stratosfer adalah lapisan yang terletak di atas lapisan troposfer. Batas antara lapisan troposfer dan stratosfer disebut tropopause. Sekira 19,9% massa atmosfer terdapat pada lapisan ini. Lapisan stratosfer terletak pada ketinggian 15-55 km. Pada lapisan stratosfer berlaku hukum isotermis, yaitu suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian tempat. Kenaikan suhu disebabkan oleh adanya lapisan ozon pada ketinggian 20 km. Lapisan ozon mampu menyerap radiasi ultraviolet dari Matahari.
c. Mesosfer
Mesosfer adalah lapisan yang terletak di atas lapisan stratosfer. Batas antara lapisan troposfer dan mesosfer disebut stratopause. Sekira 0,999% massa atmosfer terdapat pada lapisan ini. Lapisan mesosfer terdapat pada ketinggian 55-80 km. Pada lapisan mesosfer kembali berlaku hukum geotermis. Penurunan suhu yang terjadi sebesar 0,4 derajat celcius setiap kenaikan 100 m. Suhu terendah pada lapisan ini dapat mencapai -100 derajat celcius. Massa udara dingin tersebut mampu membakar meteor dan benda langit lain yang hendak masuk ke Bumi. Pada Mesosfer terdapat lapisan yang bermuatan listrik pada ketinggian 70 km. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya fenomena awan pijar yang berasal dari uap air atau debu meteor.
d. Termosfer
Termosfer adalah lapisan yang terletak di atas lapisan mesosfer. Batas antara lapisan mesosfer dengan termosfer disebut mesopause. Sekira 0,001% massa atmosfer terdapat pada lapisan ini. Lapisan ini terletak pada ketinggian 85-500 km. Lapisan ini disebut juga ionosfer karena terjadi ionisasi gas-gas oleh radiasi Matahari. Lapisan ini mampu memantulkan gelombang radio sehingga alat-alat komunikasi seperti radio dan televisi dapat beroperasi. Lapisan termosfer ditandai dengan kenaikan suhu dari -100 derajat celcius sampai ribuan derajat celcius. Suhu pada lapisan termosfer mengalami kenaikan seiring pertambahan ketinggian.
e. Eksosfer
Eksosfer adalah lapisan atmosfer yang paling luar. Lapisan eksosfer terdapat pada ketinggian lebih dari 500 km. Batas antara termosfer dengan eksosfer disebut termopause. Kandungan gas utama pada lapisan eksosfer adalah hidrogen. Fenomena yang ditemui pada lapisan ini adalah cahaya redup yang disebut zodiakal dan gegenschein. Cahaya tersebut dihasilkan dari pantulan sinar Matahari oleh debu meteorit di angkasa. Pada lapisan eksosfer hampir tidak terdapat gaya gravitasi sehingga semua benda melayang-layang. Hal ini disebabkan oleh jaraknya yang sangat jauh dari inti Bumi.
16. Jelaskan macam hujan menurut
terjadinya dan letaknya
Jawaban:
1. Hujan siklonal
Hujan
siklonal terjadi karena adanya udara yang panas, suhu lingkungan yang tinggi
serta bersamaan dengan angin yang berputar putar. Biasanya terjadi di daerah
yang di lewati garis khayal khatulistiwa atau ekuator. Hal ini di sebabkan
karena adanya pertemuan antara angin pasat timur laut dengan angin pasat
tenggara. Setelah itu angin tersebut naik, lalu menggumpal di atas awan yang
berada di garis ekuator.
Setelah
awan tersebut sampai pada titik jenuhnya, hujan ini akan mengawali dengan
mendung yang sangat gelap setelah itu turunlah hujan yang membasahi keseluruh
permukaan bumi yang memberikan dampak positif kepada seluruh makhluk hidup yang
hidup di bumi dan dinantikan oleh makhluk hidup yang ada di bumi.
2.Hujan orografis
Merupakan
hujan yang terjadi karena adanya angin yang mengandung uap air, kemudian arah
pergerakannya secara horizontal. Perjalanan angin tersebut harus melewati
pegunungan yang menyebabkan suhu angin menjadi dingin akibat adanya proses
kondensasi (saat melewati pegunungan tadi).
Lalu
pembentukan titik-titik air yang mulai mengendap yang akan menyebabkan
terjadinya hujan pada lereng gunung yang menghadap ke arah datangnya angin
tersebut yang biasanya bergerak secara horizontal, dan angin akan bertiup terus
mendaki pengunungan dan menuruni lereng tetapin angin tidak membawa uap air
lagi sehingga di lereng yang membelakangi arah datangnya angin tidak akan turun
hujan. Kemudian karena berat massa air yang semakin besar, di mana tidak
mampu di bawa oleh angin, maka turunlah hujan di atas pegunungan.
3.Hujan frontal
Hujan jenis ini bisa terjadi
karena adanya pertemuan antara massa udara yang dingin dan suhu yang rendah
dengan massa udara yang panas dan suhu yang tinggi. Saat bertemu, suhu udara
yang rendah dan massa udara yang dingin lebih berat dari pada suhu tinggi dan
massa udara yang panas, menyebabkan uap yang di bawa udara dingin jatuh dengan
lebat di atas permukaan bumi. Biasanya perbedaan ke dua massa tersebut bertemu
di bidang front, yakni salah satu tempat yang paling mudah terjadi kondensasi
dan pembentukan awan. Itulah mengapa nama hujan ini adalah hujan frontal.
Biasanya
hujan frontal terjadi di daerah yang berada pada letak astronomis lintang
sedang atau pertengahan lintang utara dan selatan. Jika daerah yang beriklim
tropis (berada sekitar garis ekuator) mengalami hujan ini, maka yang keluar
bukan sekedar hujan biasa tapi sampai hujan es. Hal ini bisa terjadi karena
adanya penyinaran matahari yang menyebabkan air di samudra, laut, rawa rawa dan
tempat lainnya naik ke atas secara konveksi sehingga menyebabkan proses
kondensasi dan pembentukan awan. Akibat titik udara yang naik secara konveksi
tadi sangat dingin, bahkan suhunya mencapai di bawah 0⁰ celcius. Air yang naik
tersebut menjadi beku, dan saat awan sudah sampai pada titik jenuh, turunlah
hujan ke daerah tropis. Biasanya bukan hanya air yang turun, juga Kristal
Kristal es.
4. Hujan Muson (hujan musiman)
Angin
ini terjadi karena adanya pergerakan semu tahunan matahari dengan garis balik
utara dan garis balik selatan. Hujan ini turun dalam kurun waktu tertentu. Dam
dari sebab inilah yang menyebabkan musim kemarau dan penghujan. Di negara kita,
Indonesia juga sering terjadi angin muson. Yakni pada bulan Oktober sampai
dengan April. Makanya biasanya pada bulan bulan ini sering kali datang hujan.
Sedangkan selain pada bulan itu, negara kita berada pada musim kemarau. Selain
itu, di beberapa negara Asia Timur juga terjadi angin muson pada bulan Mei
sampai dengan Agustus.
5.
Hujan zenithal (hujan konveksi)
Hujan
ini terjadi akibat adanya pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat
tenggara, sehingga membentuk gumpalan dan naik secara vertikal karena terkena
pemanasan ke atas awan. Hal ini menyebabkan awan yang memiliki massa berat
mengalami penurunan suhu, yang menyebabkan terjadinya proses kondensasi. Karena
air yang menggumpal tadi sampai pada titik jenuhnya, akhirnya turunlah hujan.
Karena letak turun hujan ini berada di atas garis khayal ekuator atau
khatulistiwa, maka di namakan dengan hujan zenithal. Biasnaya daerah yang kerap
di datangi dengan hujan zenithal ini memiliki iklim di negaranya adalah tropis
seperti iklim di Indonesia dengan intensitas
penyinaran matahari yang termasuk tinggi, sebab hampir setiap tahun mendapat
penyinaran.
6.
Hujan asam
Biasanya
hujan memiliki ph netral (7). Namun ada juga hujan yang memiliki ph rendah,
yakni di bawah 5 atau 6 derajat keasaman. Inilah yang di namakan dengan hujan
asam. Hal ini bisa terjadi ketika karbondioksida (CO2) yang berada
di udara bisa larut dengan air hujan. Kemudian air hujan yang awalnya memiliki
ph asam lemah (6) bereaksi dengan CO2 atau karbondioksida tadi dan
hasilnya adalah air yang bertambah asam. Air yang memiliki ph di bawah 5 tadi
naik ke atas awan dan menggumpal. Kala massa awan sudah melewati batas jenuh,
jatuhlah ke permukaan bumi.
Manfaat
hujan asam ini mampu mempercepat pelarutan mineral yang ada di dalam tanah,
dimana sangat di butuhkan oleh flora dan fauna. Sayangnya hujan asam ini
membawa dampak buruk pada manusia, yakni mempercepat proses korosi pada besi.
Jika anda melewati papan reklame yang terpasang di toko toko yan sudah keropos,
itu merupakan salah satu bukti hujan asam, Menjadi sangat berbahaya jika selalu
terjadi hujan asam di tempat yang banyak jembatannya. Sebab bisa mengeroposkan
pegangan jembatan (yang biasanya terbuat dari besi) tersebut.
7.
Hujan meteor
Hujan
meteor akan terjadi ketika matahari terbenam, kemudian muncullah perseid dimana
saat itu juga terlihat dengan jelas keberadaannya sistem tata surya seperti Planet Venus,
Saturnus, Mars, juga bulan sabit di barat secara bersama sama. Perseid
merupakan salah satu nama rasi bintang Perseus. Banyak orang beranggapan bahwa
hujan meteor ini berasal dari arah munculnya rasi bintang tersebut.
Kecepatan
meteor yang jatuh tersebut bisa mencapai 60 kilo meter per jam dengan keadaan
cahaya yang terang dan panjang. Adanya hujan meteor ini menawarkan keindahan
lain, yakni munculnya fireball. Ketika anda melihat cahaya yang paling terang
dan paling besar berjalan di antara meteor meteor lainnya, itulah yang di
namakan dengan fireball.
8.
Hujan buatan
Hujan
yang di buat langsung oleh manusia dengan teknik menambahkan curah hujan.
Caranya dengan penyemaian awan atau di kenal dengan cloud seeding atau membuat awan menggumpal
dan di semai sehingga memberikan efek turun hujan. Hal ini kerap dilakukan di
daerah yang membutuhkan hujan alami, namun sayangnya hujan tersebut tidak
kunjung turun.
Cara
menurunkan hujan ini melalui proses fisika, yakni dengan melibatkan proses
tumbukan dan penggabungan (collision
dan coalescence) kemudian di olah dengan proses pembentukan es atau
ice nucleation. Lalu
pemilihan awan yang memiliki kandungan air cukup banyak. Fungsinya agar massa
yang di tambahkan tadi cukup untuk menurunkan hujan tersebut ke permukaan bumi
yang memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia. Seperti pada fungsi danau bagi kehidupan manusia
yang di penuhi air dikarenakan turunnya hujan yang stabil sehingga tidak
menyebabkan kekeringan.
17. Jelaskan karakteristik
wilayah iklim menurut F Yunhghun dan W Koppen
Jawaban:
Klasifikasi iklim menurut Koppen
Dasar yang digunakan Koppen untuk mengklasifikasikan
iklim adalah curah hujan, temperatur udara, dan jenis tanaman khusus di suatu
daerah. Koppen kemudian membagi kelas iklim atas lima wilayah iklim dan
dinyatakan dengan simbol huruf sebagai berikut.
- Iklim
A, yaitu iklim tropis. Iklim ini memiliki suhu terdingin yang tidak
kurang dari 18°C, curah hujan yang lebiih besar daripada evapotranspirasi
tahunannya, serta tumbuhan yang beraneka ragam. Iklim A ini terbagi atas 3
jenis, yaitu iklim hutan tropis (Af), iklim musim/monsum (Am), dan iklim
sabana (An).
- Iklim
B, yaitu iklim kering atau gurun. Iklim ini terdpat di daerah gurun atau
semi-arid (stepa) dengan jumlah penguapan lebih besar atau sama dengan
jumlah curah hujan tahunan. Iklim B terbagi atas dua jenis, yaitu iklim
stepa (Bs) dan iklim gurun (Bw).
- Iklim
C, yaitu iklim sedang atau iklim hujan cukup panas. Suhu rata-rata bulanan
terdingin adalah -3°C hingga 18°C sedangkan suhu rata-rata bulanan
terpanasnya lebih besar dari 10°C. Iklim C terbagi atas 3 jenis, yaitu
iklim hangat dengan kelembaban sepanjang musim (Cf), iklim hangat
dengan musim dingin yang kering (Cw), dan iklim hutan salju dengan musim
dingin yang kering (Cs).
- Iklim
D, yaitu iklim hutan salju sejuk. Suhu rata-rata bulanan terpanas adalah
lebih dari 10°C dan bulan terdingin adalah -3°C. Iklim D terbagi atas dua
jenis, yaitu iklim hutan salju dengan kelembaban sepanjang musim (Df) dan
iklim hutan salju dengan musim dingin yang kering (Dw).
- Iklim
E, yaitu iklim kutub (terdapat di daerah Artik dan Antartika). Suhu tidak
pernah lebih dari 10°C dan tidak memiliki musim panas yang
benar-benar panas.
Iklim A, C, dan D memungkinkan untuk tumbuhnya
berbagai jenis tumbuhan. Adapun iklim B sesuai untuk stepa, sedangkan iklim E
sesuai untuk tanaman jenis lumut-lumutan.
Klasifikasi iklim menurut Junghuhn
Dasar klasifikasi iklim menurut Junghuhn adalah
ketinggian dan kesesuaiannya dengan kehidupan (daya adaptasi) tumbuh-tumbuhan.
Berikut ini adalah pengklasifikasian iklim menurut Junghuhn:
- Daerah
panas, yaitu berketingian 0-600 mdpl dan bersuhu udara 26,3 - 22°C.
- Daerah
sedang, yaitu berketinggian 600-1.500 mdpl dan bersuhu udara 22-17,1°C.
- Daerah
sejuk, yaitu berketinggian 1.500-2.500 mdpl dan bersuhu udara 17,1-11,1°C.
- Daerah
dingin, yaitu berketinggian lebih dari 2.500 mdpl dan bersuhu udara
11,1-6,2°C.
18. Jelaskan iklim kesesuaian bagi kehidupan
Jawaban:
1.
Bidang Pertanian
Manfaat iklim dalam bidang pertanian diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Menentukan waktu tanam
b. Menentukan tanaman yang sesuai
Selain itu cuaca dan iklim juga memiliki dampak bagi pertanian diantaranya:
Dampak secara langsung yaitu dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu unsur cuaca/iklim kepada kegiatan pertanian. Dampak lansung tersebut ada yang dirasakan seketika, dan ada yang dirasakan secara lambat.Misalnya curah hujan yang lebat atau terus menerus dapat menimbulkan tanah longsor saat itu, angin kencang menimbulkan kerusakan batang tanaman, dan adanya embun beku yang mengenai tanaman membuat daun dan batang tanaman menjadi kering.Dampak langsung yang diraskan secara lambat adalah kadar cuaca yang baru dirasakan setelah berkali-kali terjadi, misalnya tanah menjadi lembap setelah beberapa hari turun hujan, tanah menjadi kering setelah beberapa hari hujan makin berkurang.
Dampak tidak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh faktor lain tetapi faktor tersebut timbul berkaitan dengan cuaca/iklim yang terjadi, sedangkan kadar cuaca/iklim yang terjadi tersebut diperlukan bagi kegiatan pertanian pada waktu itu. Cuaca/iklim tidak hanya diperlukan tanaman saja tetapi hama , penyakit, tumbuhan parasit juga memerlukan cuaca/iklim. Sering terjadi bahwa kerusakan tanaman tidak karena cuaca saat itu secara langsung , tetapi karena timbulnya hama, penyakit, parasit yang justru hidup subur pada saat adanya cuaca yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian waktu itu. Dengan demikian gangguan tidak timbul dari cuaca, tetapi karena hama, penyakit, dan parasit yang hidup subur karena didukung cuaca waktu itu.
Manfaat iklim dalam bidang pertanian diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Menentukan waktu tanam
b. Menentukan tanaman yang sesuai
Selain itu cuaca dan iklim juga memiliki dampak bagi pertanian diantaranya:
Dampak secara langsung yaitu dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu unsur cuaca/iklim kepada kegiatan pertanian. Dampak lansung tersebut ada yang dirasakan seketika, dan ada yang dirasakan secara lambat.Misalnya curah hujan yang lebat atau terus menerus dapat menimbulkan tanah longsor saat itu, angin kencang menimbulkan kerusakan batang tanaman, dan adanya embun beku yang mengenai tanaman membuat daun dan batang tanaman menjadi kering.Dampak langsung yang diraskan secara lambat adalah kadar cuaca yang baru dirasakan setelah berkali-kali terjadi, misalnya tanah menjadi lembap setelah beberapa hari turun hujan, tanah menjadi kering setelah beberapa hari hujan makin berkurang.
Dampak tidak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh faktor lain tetapi faktor tersebut timbul berkaitan dengan cuaca/iklim yang terjadi, sedangkan kadar cuaca/iklim yang terjadi tersebut diperlukan bagi kegiatan pertanian pada waktu itu. Cuaca/iklim tidak hanya diperlukan tanaman saja tetapi hama , penyakit, tumbuhan parasit juga memerlukan cuaca/iklim. Sering terjadi bahwa kerusakan tanaman tidak karena cuaca saat itu secara langsung , tetapi karena timbulnya hama, penyakit, parasit yang justru hidup subur pada saat adanya cuaca yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian waktu itu. Dengan demikian gangguan tidak timbul dari cuaca, tetapi karena hama, penyakit, dan parasit yang hidup subur karena didukung cuaca waktu itu.
2.
Bidang Transportasi
Faktor-faktor cuaca dan iklim mempunyai peranan yang besar tehadap bidang transportasi. Seperti cuaca, suhu, arah dan kecepatan angin, awan, dan kabut sangat mempengaruhi kelancaran jalur penerbangan. Selain berpengaruh terhadap penerbangan, faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap transportasi laut. Seperti arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, badai dan lain-lain.
Faktor-faktor cuaca dan iklim mempunyai peranan yang besar tehadap bidang transportasi. Seperti cuaca, suhu, arah dan kecepatan angin, awan, dan kabut sangat mempengaruhi kelancaran jalur penerbangan. Selain berpengaruh terhadap penerbangan, faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap transportasi laut. Seperti arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, badai dan lain-lain.
3. Bidang Telekomunikasi
Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang telekomunikasi. Seperti arus angin dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi antar daerah dengan menggunakan telepon angin.Pengaruh lain yaitu kondisi cuaca yang kurang baik dapat mengganggu jaringan telekomunikasi. Misalnya saat kondisi hujan atau mendung sinyal Handphone menjadi melemah.
4. Bidang Pariwisata
Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang pariwisata. Seperti cuaca cerah, banyak cahaya matahari, kecepatan angin, udara sejuk, kering, panas, dan sebagainya sangat mempengarui terhadap pelaksanaan wisata, baik wisata darat maupun laut
19. dampak perubahan iklim
global
Jawaban:
Dampak perubahan iklim secara
global, antara lain sebagai berikut.
a. Mencairnya bongkahan es di kutub
sehingga permukaan laut naik.
b. Air laut naik dapat menenggelamkan
pulau dan menghalangi menga lirnya air sungai ke laut dan pada akhirnya
menimbulkan banjir di dataran rendah.
c. Suhu bumi yang panas menyebabkan
mengeringnya air permukaan sehingga air menjadi langka.
d. Meningkatnya risiko kebakaran hutan.
e. Mengakibatkan El Nino dan La Nina.
f. Terjadinya perubahan pada cuaca dan
iklim.
20. Jelaskan proses terjadinya siklus
Jawaban:
21. Jelaskan manfaat air tanah/sungai dalam kehidupan sehari-hari
Jawaban:
1. Merupakan bagian yang penting dalam
siklus hidrologi,
2. Menyediakan kebutuhan air bagi hewan
dan tumbuh-tumbuhan,
3. Merupakan persediaan air bersih secara alami,
4. Untuk keperluan hidup manusia (minum,
memasak dan mencuci),
5. Untuk keperluan industri (industri
tekstil dan industri farmasi), dan
6. Untuk irigasi pada sektor pertanian.
22. sebutkan beberapa manfaat dan upaya pelestarian
DAS
Jawaban:
23. Jelaskan manfaat gelombang dan arus laut
Jawaban:
1.
Perikanan
Manfaat
arus laut banyak digunakan di bidang perikanan oleh para nelayan yang akan
melaut untuk menangkap ikan. Pergerakan arus laut biasanya berbanding lurus
dengan keberadaan plankton sebagai santapan ika. Dimana hal ini berarti dimana
terdapat banyak plankton maka akan banyak ikan disana sehingga para nelayan
bisa pulang dengan membawa banyak ikan.
2.
Pertanian
Dalam
pertanian khusus untuk para petani yang menjadikan laut sebagai lahan
budidayanya seperti budidaya rumput laut dan kerang maka arus laut sangat
penting bagi para petani untuk menentukan pasang surut air agar budidaya mereka
tidak hanyut di bawa oleh arus laut. Dalam sektor pertanian arus laut sangat
menentukan bagi hasil budidaya para petani, disini para petani di haruskan
waspada agar tidak mengalami kerugian akibat arus laut yang tidak di ketahui
sebelumnya.
3.
Pariwisata
Untuk
pariwisata arus laut juga memiliki fungsi untuk menentukan tempat yang cocok
di jadikan tujuan wisata. Banyak orang yang melakukan wisata untuk
melihat tempat yang bisa melakukan diving, selancar dan olah raga laut lainnya.
Jadi arus laut di bidang pariwisata bermanfaat untuk menarik perhatian
pengunjung. Bagi para olahragawan arus laut selalu menjadi intaian mereka untuk
menikmati alunan ombak saat akan berselancar. Saat berselancar di lau tentu
menjadi momen yang menyenangkan jika termasuk bagian dari hobi mereka.
4.
Pelayaran
Saat
akan berlayar para nahkoda pasti akan mempelajari arus laut terlebih dahulu.
Baik untuk nahkoda yang membawa kapal kecil maupun kapal yang besar. Para
nahkoda tentu tidak ingin dalam perjalanan pelayarannya terbentur dengan ombak
dan arus laut.
5.
Energi
Banyak
juga negara – negara di luar seperti negara Belanda yang memanfaatkan arus laut
sebagai sumber energi. Negara ini menjadikan arus luar sebagai sumber
pembangkit tenaga listrik. Sedangkan di Indonesia sendiri masih dalam tahap
percobaan.
6.
Iklim
Arus
laut juga memepengaruhi iklim di suatu negara seperti negara jepang dan dataran
eropa yang terkena dampak dari arus laut tersebut.
24. Jelaskan beberapa penyebab
daerah rawan bencana
Jawaban:
1. Alam
Bencana alam murni penyebab utamanya adalah alam itu
sendiri. Contoh bencana alam murni adalah gempa bumi, tsunami, badai atau
letusan gunung berapi. Bencana-bencana tersebut bukan disebabkan oleh ulah
negatif manusia.
2. Perbuatan Manusia
Bencana alam yang terjadi karena
ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Bukan berarti bencana ini dibuat
oleh manusia tetapi akibat dari ulah manusia atau dipicu dari perbuatan
manusia, seperti penebangan hutan secara liar, penambangan liar, pengambilan
air tanah secara berlebihan dan lain-lain. Perbuatanperbuatan tersebut lambat
laun akan menyebabkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau erosi
tanah.
25. Sebutkan beberapa mitigasi
bencana, gempa, tsunami, gunung berapi dan longsor
Jawaban:
1. BENCANA BANJIR
Apa
yang dilakukan sebelum terjadi banjir
·
Perhatikan
ketinggian rumah Anda dari bangunan yang rawan banjir.
·
Tinggikan
panel listrik
·
Hubungi
pihak berwenang apabila akan dibangun dinding penghalang di sekitar wilayah
Anda.
Apa
yang dilakukan pada saat terjadi bencana banjir?
* Apabila banjir akan terjadi di wilayah Anda:
* Apabila banjir akan terjadi di wilayah Anda:
·
Simak
informasi dari radio mengenai informasi banjir
·
Waspada
terhadap banjir yang akan melanda. Apabila terjadi banjir bandang, beranjak
segera ke tempat yang lebih tinggi; jangan menunggu instruksi terkait arahan
beranjak.
·
Waspada
terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang
air. Banjir bandang dapat terjadi di tempat ini dengan atau tanpa peringatan
pada saat hujan biasa atau deras.
*
Apabila Anda harus bersiap untuk evakuasi:
·
Amankan
rumah Anda. Apabila masih tersedia waktu, tempatkan perabot di luar rumah.
barang yang lebih berharga diletakan pada bagian yang lebih tinggi di dalam
rumah.
·
Matikan
semua jaringan listrik apabila ada instruksi dari pihak berwenang. Cabut
alat-alat yang masih tersambung dengan listrik. Jangan menyentuh peralatan yang
bermuatan listrik apabila Anda berdiri di atas air.
*
Apabila Anda harus meninggalkan rumah:
·
Jangan
berjalan di arus air. Beberapa langkah berjalan di arus air dapat mengakibatkan
Anda jatuh. Apabila Anda harus berjalan di air, berjalanlah pada pijakan yang
tidak bergerak. Gunakan tongkat atau sejenisnya untuk mengecek kepadatan tempat
Anda berpijak.
·
Jangan
mengemudikan mobil di wilayah banjir. Apabila air mulai naik, abaikan mobil dan
keluarlah ke tempat yang lebih tinggi. Apabila hal ini tidak dilakukan, Anda
dan mobil dapat tersapu arus banjir dengan cepat.
2. BENCANA TANAH LONGSOR
Apa yang
dilakukan sebelum terjadi tanah longsor
1. Waspada terhadap curah hujan yang tinggi
2. Persiapkan dukungan logistik
1. Waspada terhadap curah hujan yang tinggi
2. Persiapkan dukungan logistik
·
Makanan
siap saji dan minuman
·
Lampu
senter dan baterai cadangan
·
Uang
tunai secukupnya
·
Obat-obatan
khusus sesuai pemakai
3.
Simak informasi dari radio mengenai informasi hujan dan kemungkinan tanah
longsor.
4. Apabila pihak berwenang menginstruksikan untuk evakuasi, segera lakukan hal tersebut.
Apa yang dilakukan pada saat terjadi tanah longsor
4. Apabila pihak berwenang menginstruksikan untuk evakuasi, segera lakukan hal tersebut.
Apa yang dilakukan pada saat terjadi tanah longsor
1. Apabila Anda di dalam rumah dan
terdengar suara gemuruh, segera ke luar cari tempat lapang dan tanpa penghalang
2. Apabila Anda di luar, cari tempat yang
lapang dan perhatikan sisi tebih atau tanah yang mengalami longsor.
Apa
yang dilakukan sesudah terjadi tanah longsor
1. Jangan segera kembali ke rumah Anda,
perhatikan apakah longsor susulan masih akan terjadi.
2. Apabila Anda diminta untuk membantu
proses evakuasi, gunakan sepatu khusus dan peralatan yang menjamin keselamatan
Anda.
3. Perhatikan kondisi tanah sebagai
pijakan yang kokoh bagi langkah Anda.
4. Apabila harus menghadapi reruntuhan
bangunan untuk menyelamatkan korban, pastikan tidak menimbulkan dampak yang
lebih buruk atau menunggu pihak berwenang untuk melakukan evakuasi korban.
3. BENCANA GUNUNG MELETUS
Apa yang
dilakukan sebelum terjadi letusan gunungapi
1. Memperhatikan arahan Pusat Vulkanologi
dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait dengan perkembangan aktivitas
gunungapi.
2. Persiapkan masker dan kacamata
pelindung untuk mengantisipasi debu vulkanik.
3. Mengetahui jalur evakuasi dan shelter
yang telah disiapkan oleh pihak berwenang.
4. Mempersiapkan skenario evakuasi lain
apabila dampak letusan meluas di luar prediksi ahli.
5. Persiapkan dukungan logistik:
·
Makanan
siap saji dan minuman
·
Lampu
senter dan baterai cadangan
·
Uang
tunai secukupnya
·
Obat-obatan
khusus sesuai pemakai
Apa
yang dilakukan pada saat terjadi letusan gunungapi
1. Pastikan anda sudah berada di shelter
atau tempat lain yang aman dari dampak letusan.
2. Gunakan masker dan kacamata pelindung
3. Selalu memperhatikan arahan dari pihak
berwenang selama berada di shelter.
Apa
yang dilakukan sesudah terjadi letusan gunung
1. Apabila Anda dan keluarga harus
tinggal lebih lama di shelter, pastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan
pendampingan khusus bagi anak-anak dan remaja diberikan. Dukungan orangtua yang
bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan dalam pendampingan anak-anak dan
remaja sangat penting untuk mengurangi stres atau ketertekanan selama di
shelter.
2. Tetap gunakan masker dan kacamata
pelindung ketika berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
3. Memperhatikan perkembangan informasi
dari pihak berwenang melalui radio atau pengumuman dari pihak berwenang.
4. Waspada terhadap kemungkinan bahaya
kedua atau secondary hazard berupa banjir lahar dingin. Bencana ini dipicu oleh
curah hujan tinggi dan menghanyutkan material vulkanik maupun reruntuhan kayu
atau apapun sepanjang sungai dari hilir ke hulu. Perhatikan bentangan kiri dan
kanan dari titik sungai mengantisipasi luapan banjir lahar dingin.
4. BENCANA TZUNAMI
Cara
Deteksi Tzunami Sejak Dini
1. Lihat posisi gempa, jika terjadi
dipermukaan laut maka akan lebih berisiko terjadi tsunami.
2. Lihat kekuatan gempa semakin besar
maka kemungkinan terjadi tsunami pun akan semakin besar, Namun ini tidak
mutlak.
3. Terjadinya surut air laut yang
mendadak setelah gempa.
4. Hewan bertingkah aneh, sebenarnya ini
belum terbukti namun banyak yang mengemukakan perihal teori ini.
Apa
yang dilakukan sebelum dan pada saat terjadi tsunami
1. Nyalakan radio untuk mengetahui apakah
tsunami terjadi setelah adanya gempabumi di sekitar wilayah pantai.
2. Cepat bergerak ke arah daratan yang
lebih tinggi dan tinggal di sana sementara waktu.
3. Jauhi pantai. Jangan pernah menuju ke
pantai untuk melihat datangnya tsunami. Apabila Anda dapat melihat gelombang,
anda berada terlalu dekat. Segera menjauh.
4. Waspada- apabila terjadi air surut,
jauhi pinggir pantai. Ini merupakan salah satu peringatan tsunami dan harus
diperhatikan.
Apa
yang dilakukan setelah terjadi tsunami
1. Jauhi area yang tergenang dan rusak
sampai ada informasi aman dari pihak berwenang.
2. Jauhi reruntuhan di dalam air. Hal ini
sangat berpengaruh terhadap keamanan perahu penyelamat dan orang-orang di
sekitar.
3. Utamakan keselamatan dan bukan
barang-barang Anda.
5. BENCANA GEMPA BUMI
A) Apa yang dilakukan sebelum terjadi gempa bumi
Kita tidak dapat mengetahui kapan gempa akan terjadi sehingga persiapan menjadi sangat penting untuk menyelamatan jiwa, mengurangi korban luka, maupun kerusakan infrasturktur. Ada 6 langkah untuk persiapan.
1. Cek potensi bahaya di rumah
A) Apa yang dilakukan sebelum terjadi gempa bumi
Kita tidak dapat mengetahui kapan gempa akan terjadi sehingga persiapan menjadi sangat penting untuk menyelamatan jiwa, mengurangi korban luka, maupun kerusakan infrasturktur. Ada 6 langkah untuk persiapan.
1. Cek potensi bahaya di rumah
2.
Identifikasi tempat aman di dalam dan luar rumah
3. Bekali
pengetahuan diri sendiri dan anggota keluarga
4. Siapkan
dukungan logistik darurat
5.
Merencanakan mekanisme komunikasi darurat
6. Bantu
komunitas untuk siap siaga
B)
Apa yang dilakukan pada saat bencana
Tetap berada di tempat yang menurut Anda aman selama terjadi gempa. Waspadai gempa susulan yang terkadang guncangannya lebih kuat. Perhatikan langkah Anda ke tempat aman lain dan tetap berada di sekitar tempat itu sampai guncangan berhenti dan Anda dapat keluar dengan aman.
Ketika di dalam ruangan
Tetap berada di tempat yang menurut Anda aman selama terjadi gempa. Waspadai gempa susulan yang terkadang guncangannya lebih kuat. Perhatikan langkah Anda ke tempat aman lain dan tetap berada di sekitar tempat itu sampai guncangan berhenti dan Anda dapat keluar dengan aman.
Ketika di dalam ruangan
1. Merunduk hingga menyentuh lantai; cari
perlindungan di bawah meja atau perabot lain yang kuat; dan tunggu hingga
guncangan berhenti. Apabila tidak ada meja atau perabot untuk berlindung,
lindungi kepala anda dengan lengan kemudian merayap menuju ruangan.
2. Jauhi gelas, jendela, atau apa pun
yang mungkin memjatuhi Anda.
3. Tetap di tempat tidur apabila terjadi
gempa, lindungi kepala Anda dengan bantal. Apabila ada kemungkinan benda berat
akan menimpa Anda, segera menuju ke sisi terdekat yang aman.
4. Tetap di dalam ruang hingga guncangan
berhenti, dan keluarlah ketika sudah aman. Penelitian menunjukkan bahwa banyak
orang terluka karena mereka berusaha untuk menuju ke lokasi yang berbeda atau
berusaha ke luar bangunan.
5. Waspadai segala kemungkinan yang
timbul akibat arus pendek.
6. JANGAN menggunakan lift.
Ketika
di luar ruangan
1. Tetaplah di luar
2. Jauhi dari gedung, lampu jalan, atau
jaringan berkabel.
3. Ketika di luar, tetaplah di luar
hingga guncangan berhenti. Bahaya paling besar berada langsung di luar
bangunan; pada pintu keluar, exterior sepanjang dinding luar.
Jika Di dalam kendaran
1. Menepi dan berhenti segera. Tetap
tinggal di dalam kendaraan. Hindari berhenti di dekat atau di bawah bangunan,
pohon, jembatan, atau pun jaringan berkabel.
2. Lanjutkan berkendara setelah gempa
berhenti. Hindari jalan, jembatan, atau halangan yang telah rusak akibat gempa.
Ketika
terjebak di dalam reruntuhan
1. Jangan menyalakan api
2. Jangan bergerak atau apa pun yang menimbulkan
debu
3. Tutupi mulut Anda dengan sapu tangan
atau kain
4. Munculkan suara pada pipa atau dinding
sehingga tim SAR dapat mencari posisi Anda. Gunakan peluit apabila tersedia.
Berteriak adalah jalan terakhir yang dapat dilakukan, tapi hal ini dapat menyebabkan
akan menghirup debu.
C)
Apa yang dilakukan setelah terjadi bencana
1. Siaga kemungkinan yang terjadi setelah
gempa. Gelombang guncangan kedua biasanya kurang mematikan tetapi dapat lebih
kuat untuk memberikan kerusakan tambahan hingga memperlemah struktur bangunan
dan dapat terjadi pada satu jam pertama, beberapa hari, minggu, bahwa bulan
setelah gempa.
2. Dengarkan radio atau televisi yang
bisa diakses. Perhatikan informasi terkini terkait respon darurat.
3. Gunakan telpon untuk panggilan darurat
4. Buka laci lemari secara hati-hati.
Waspadai benda-benda yang dapat menjatuhi Anda.
5. Jauhi area yang hancur. Jauhi area
yang hancur kecuali memang kehadiran Anda dibutuhkan oleh pihak berwenang,
seperti kepolisian, pemadam kebakaran, atau tim SAR. Kembalilah ke rumah
apabila pihak berwenang mengatakan bahwa kondisi telah aman.
6. Bantu korban luka atau yang terjebak.
Ingat untuk selalu membantu tetangga atau siapa pun yang membutuhkan
pertolongan khusus seperti anak-anak, orang tua, atau orang cacat. Berikan
pertolongan pertama secara tepat. Jangan pindahkan korban yang terluka serius
untuk menghindari luka yang lebih parah. Carilah bantuan kepada tim medis yang
lebih ahli.
7. Bersihkan cairan yang berbahaya.
Tinggalkan lokasi yang berbau cairan berbahaya seperti gas atau cairan kimia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar